Site icon RUANGANSOR

833 Dapur MBG Disetop Sementara, Sudaryono: Yang Tak Penuhi Standar Harus Berhenti Beroperasi

Jakarta-Baru sepekan menduduki kursi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono langsung mengambil kebijakan besar dengan menyetop sementara aktivitas 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dapur-dapur ini merupakan unit pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan penghentian operasional itu diambil setelah ratusan dapur tersebut diketahui tidak lolos standar yang sudah digariskan BGN.

Dari hasil evaluasi yang dijalankan tim BGN, ditemukan beragam pelanggaran, di antaranya masalah kebersihan dan sanitasi dapur, mutu makanan yang tak sesuai ketentuan, sampai kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak layak.

Sudaryono menyebut, penghentian operasional ini adalah bagian dari upaya pembenahan besar-besaran yang sedang berjalan di tubuh BGN. Tujuannya, agar Program Makan Bergizi Gratis tak sekadar menjangkau banyak penerima manfaat, melainkan juga terjamin keamanan dan kualitasnya.

“Kami melakukan evaluasi secara menyeluruh. Yang tidak memenuhi standar, tentu harus kami hentikan operasionalnya sampai memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Sudaryono saat memberikan keterangan pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Sudaryono menambahkan, kebijakan penyetopan ratusan dapur SPPG ini bukan keputusan yang diambil mendadak. Sebelum sanksi suspend dijatuhkan, pihak pengelola dapur sudah diberi kesempatan untuk memperbaiki berbagai temuan yang ada.

Hanya saja, dari hasil evaluasi lanjutan, sejumlah dapur SPPG dinilai masih belum berhasil memenuhi standar operasional yang disyaratkan. Atas dasar itulah BGN akhirnya menjatuhkan sanksi penghentian operasional terhadap dapur-dapur tersebut.

Langkah tegas ini diambil demi memastikan setiap makanan yang disalurkan lewat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memenuhi standar keamanan pangan sekaligus kualitas gizi yang berlaku. BGN menegaskan tidak akan membiarkan ada dapur yang terus beroperasi selama belum memenuhi syarat kebersihan dan keamanan yang ditetapkan.

Aspek higienitas dan sanitasi menjadi salah satu sorotan utama dalam evaluasi BGN. Selain menyangkut keamanan pangan, faktor ini dipandang sangat berpengaruh terhadap mutu makanan yang sampai ke tangan siswa maupun kelompok penerima manfaat lainnya.

Selain itu, BGN juga mendapati sejumlah persoalan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di beberapa dapur, yang dikhawatirkan dapat memicu dampak lingkungan bila tidak dikelola sesuai aturan.

Temuan lain yang turut menjadi catatan BGN adalah mutu makanan yang belum sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Penghentian operasional ratusan dapur SPPG ini menjadi salah satu bukti langkah bersih-bersih yang tengah digencarkan Sudaryono sejak awal masa kepemimpinannya di BGN.

Exit mobile version