Jakarta-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah mematangkan agenda strategis untuk menyambut gelaran Muktamar ke-35 NU. Pesta demokrasi dan gagasan tertinggi warga nahdliyin ini dipastikan tidak hanya membahas urusan internal organisasi, melainkan bakal merumuskan peta jalan (road map) NU untuk seperempat abad ke depan.
Melansir dari NU Online, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa seluruh materi yang akan digodok dalam muktamar memiliki orientasi yang luas, yakni demi kepentingan nasional dan global.
“Materi-materi yang kita siapkan untuk dibahas dalam Muktamar itu adalah materi-materi yang menyangkut kepentingan bangsa dan kemaslahatan kemanusiaan seluruhnya,” katanya saat konferensi pers di Lobi Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Selasa (14/7/2026).
Selain menyusun visi jangka panjang 25 tahun ke depan yang materinya telah siap diujikan, muktamar kali ini juga akan menjadi panggung bagi pemantapan nilai-nilai keulamaan sebagai bagian dari gerakan transformasi pesantren.
Gus Yahya menambahkan, evaluasi dan pengembangan program kerja berbasis digital serta ekonomi kemasyarakatan yang selama ini berjalan secara sistematis juga akan masuk ke meja pembahasan.
“Demikian juga pengembangan program-program yang sudah kita jalankan, seperti sistem kaderisasi, manajemen digital, dan pengembangan inisiatif-inisiatif ekonomi. Ini kita ajukan pada Muktamar nanti,” katanya.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Pemilihan lokasi ini dinilai membawa ketenangan psikologis dan spiritual bagi seluruh kader. Sebab, Tambakberas bukan sekadar tempat, melainkan saksi sejarah yang didirikan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah, salah satu soko guru ruhani sekaligus pendiri NU.
Gus Yahya menepis kekhawatiran terkait kesiapan acara dan menyatakan bahwa kepanitiaan hanya tinggal merampungkan urusan minor seperti penentuan logo resmi Muktamar, sementara substansi utama sudah rampung.
“Hal-hal yang dikhawatirkan sebetulnya sudah tidak ada lagi karena sekarang kita bisa melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.