Site icon RUANGANSOR

Gelar Aksi Serentak di 300 Titik, PB PMII Kepung Patung Kuda Tuntut Evaluasi Total Kabinet Prabowo-Gibran

Istimewa

Istimewa

Jakarta-Gelombang protes mahasiswa kembali bergulir. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) resmi menginisiasi aksi demonstrasi besar-besaran bertajuk “#EvaluasiTotalKabinetMerahPutihPrabowoGibran”. Aksi yang berpusat di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat ini dijadwalkan berlangsung maraton selama tiga hari berturut-turut, mulai Senin (22/06/26) hingga Rabu (24/06/26).

Gerakan ini dipastikan tidak hanya berpusat di ibu kota. Melalui pengumuman resmi di akun Instagram @pmiiofficial pada Minggu (21/06/26), PB PMII menegaskan bahwa aksi ini akan membakar semangat mahasiswa di daerah lain. “Aksi akan dilakukan serentak di kurang lebih 300 titik di seluruh Indonesia,” ungkap mereka.

Untuk titik aksi di Jakarta, massa dijadwalkan berkumpul di Sekretariat PB PMII terlebih dahulu sebelum bergerak menuju Patung Kuda pada pukul 14.00 WIB.

Aksi nasional ini dipicu oleh keresahan mahasiswa terhadap performa Kabinet Merah Putih di bawah komando Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. PB PMII menilai arah pembangunan nasional saat ini perlu dikoreksi total agar kembali berpihak pada rakyat dan sesuai konstitusi.

Dalam manifesto aksinya, PB PMII membawa lima tuntutan krusial, di antaranya:

  1. Menegakkan amanat Pasal 33 UDS 1945 secara murni dalam pengelolaan ekonomi.
  2. Memulihkan kepercayaan publik lewat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
  3. Memperkuat kemandirian ekonomi nasional yang berbasis pada kepentingan rakyat di sektor strategis.
  4. Mendesak Presiden melakukan reshuffle (perombakan) dan efisiensi struktur kabinet demi kabinet yang lebih kompeten dan profesional.
  5. Menata ulang Badan Gizi Nasional (BGN), membubarkan program Koperasi Desa Merah Putih, serta menaikkan kesejahteraan guru demi kualitas SDM.

PB PMII menegaskan, turunnya mereka ke jalan adalah bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai pengawal jalannya pemerintahan sekaligus penyambung lidah rakyat.

Exit mobile version