YOGYAKARTA – Di tengah padatnya roda organisasi dan aktivitas akademik, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memilih cara yang hangat dan akrab untuk mempererat tali persaudaraan. Berbeda dengan rapat-rapat pleno yang biasanya berlangsung formal, kali ini mereka menggelar agenda kumpul santai disertai acara bakar-bakar bersama.
Agenda tersebut dilaksanakan pada Sabtu malam (30/05/2026), bertempat di salah satu tempat nongkrong populer di Yogyakarta, yaitu Gandroeng Kopi. Acara yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran fungsionaris pengurus cabang PMII DIY.
Suasana hangat langsung terasa begitu bara api mulai dinyalakan. Tanpa adanya sekat-sekat formalitas maupun pembahasan agenda struktural yang kaku, para pengurus tampak asyik duduk melingkar sembari membakar hidangan yang telah disediakan.
Pertemuan ini murni didesain sebagai ruang refleksi ringan, tempat bertukar cerita, berkeluh kesah, hingga saling melempar candaan untuk melepas penat setelah disibukkan dengan berbagai agenda advokasi dan kaderisasi belakangan ini.
“Tidak ada agenda formal malam ini. Mari luangkan waktu untuk duduk bersama, ngobrol, bercanda, bertukar cerita, dan mempererat silaturahmi antar pengurus cabang PMII DIY,” tulis pesan undangan konsolidasi santai tersebut.
Meski dikemas secara non-formal, esensi dari pertemuan ini dinilai sangat krusial. Melalui obrolan-obrolan santai di meja kopi inilah seringkali lahir kedekatan emosional yang kuat antar pengurus, yang nantinya akan menjadi modal utama dalam menjaga soliditas gerakan PMII di Yogyakarta.
Acara yang berlangsung hingga larut malam ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pekikan jargon yang membakar semangat dari para kader yang hadir: “PMII DIY Menyalaa!”. Semangat kebersamaan dari Gandroeng Kopi ini diharapkan mampu menjadi energi baru bagi PMII DIY dalam menyongsong kerja-kerja organisasi ke depan.

