Yogyakarta-Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) D.I. Yogyakarta sukses menggelar agenda Pelatihan Kader Lanjut (PKL). Pelatihan tingkat lanjut ini berlangsung selama lima hari, yakni dari tanggal 7 hingga 11 September 2026, yang bertempat di Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial (BBDKS) Yogyakarta.
Pada sesi awal forum, para peserta diajak membedah tajuk bernas “Genealogi Paradigma PMII dan Relevansinya Terhadap Perkembangan Zaman” bersama pemateri akademisi Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A. atau yang akrab disapa Bung Kristeva. Sesi diskusi ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pemikiran paradigma kader PMII dalam merespons berbagai dinamika perubahan sosial.
Tiga Pilar Fondasi Organisasi Kepemudaan
Bung Kristeva mengawali paparannya dengan mengajak seluruh peserta merefleksikan peran strategis aktivis mahasiswa di era modern. Dalam penjelasannya, ia mengibaratkan organisasi pergerakan bagaikan sebuah bangunan kokoh yang ditopang oleh tiga pilar utama:
- Pilar Formalitas: Ketaatan anggota dalam menempuh seluruh tahapan kaderisasi resmi organisasi.
- Pilar Intelektualitas: Kualitas keilmuan serta kemampuan menyusun gagasan yang rasional dan teruji.
- Pilar Nilai: Kesadaran spiritual yang mendorong aksi nyata dalam membela masyarakat kecil.
Ia juga menekankan bahwa tatanan organisasi harus memiliki struktur yang sistematis untuk mengintegrasikan nilai ideologi, taktik gerakan, hingga pola kepemimpinan di lapangan.
antangan Zaman dan Pencetakan Kader Ulul Albab
Menghadapi kompleksitas zaman, aktivis mahasiswa dituntut untuk terus mengasah cara berpikir agar tetap relevan dengan realitas. Menurut Bung Kristeva, kerangka berpikir organisasi harus bersifat dinamis dan adaptif.
“Kerangka pemikiran pergerakan harus terus berkembang agar mampu merespons realitas zaman,” ujar Bung Kristeva di hadapan para peserta PKL.
Hal ini menjadi krusial mengingat mahasiswa masa kini dihadapkan pada persimpangan isu-isu strategis, seperti krisis ekologi, pesatnya perkembangan teknologi, hingga tantangan kebebasan demokrasi. Melalui forum PKL ini, PC PMII DIY berkomitmen membina mahasiswa agar tumbuh menjadi sosok kader Ulul Albab yang berwawasan luas, kritis, dan berintegritas.
Tiga Fase Evolusi Pemikiran Gerakan
Dalam sesi tersebut, Bung Kristeva turut menguraikan tiga tahap penting dalam sejarah perkembangan pemikiran gerakan:
- Fase Arus Balik Masyarakat: Gerakan melatih nalar kritis warga saat berhadapan dengan ketimpangan kebijakan negara.
- Fase Kritis Transformatif: Paradigma progresif yang menggabungkan analisis kritis modern dengan pemikiran keislaman inklusif.
- Fase Sentrum Gerakan: Strategi pemikiran untuk mengimbangi derasnya arus ekonomi neo-liberalisme.
Pemahaman mendalam mengenai sejarah dan evolusi paradigma kader PMII ini diharapkan dapat menjadi modal berharga dalam mengawal isu-isu publik. Hasil pemikiran dan formulasi gagasan yang dirumuskan selama Pelatihan Kader Lanjut di BBDKS Yogyakarta ini pada akhirnya diarahkan untuk melahirkan aksi-aksi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat.

