Yogyakarta-Impian masa kecil Leni Ismawati (18) untuk berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) kini resmi menjadi kenyataan. Gadis asal Gunungkidul ini berhasil diterima di jurusan Akuntansi UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Tidak hanya lulus seleksi, Leni juga memperoleh beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%, yang membebaskannya secara penuh dari Uang Kuliah Tunggal (UKT nol).

Melansir dari detikjogja, pencapaian Leni menjadi tonggak sejarah baru bagi keluarganya. Lahir dari pasangan Semojo (50) dan Erni (37) yang sehari-harinya bekerja mengelola sawah, ternak, serta menjadi buruh tani serabutan, Leni akan menjadi orang pertama di keluarga besarnya yang merasakan bangku perkuliahan.

Prinsip Hidup Prihatin dan Mandiri
Keterbatasan finansial tidak pernah menyurutkan semangat Leni. Sejak menempuh pendidikan di SMA 1 Wonosari, ia sudah terbiasa hidup mandiri di kos karena jarak rumah yang jauh. Berbeda dengan rekan-rekannya yang memanfaatkan fasilitas bimbingan belajar (bimbel) berbayar, Leni memilih strategi belajar mandiri. Ia secara konsisten bangun setiap pukul 02.00 dini hari untuk mempelajari materi sekolah.

“Ibu sempat berpesan agar jangan takut mengejar mimpi. Hal itulah yang akhirnya membuat saya berani mencoba mendaftar di jurusan Akuntansi UGM,” ungkap Leni.

Pola asuh yang disiplin dan penuh kesederhanaan dari sang ibu, Erni, menjadi fondasi kuat karakter Leni. Sejak kecil, ia diajarkan untuk prihatin, menabung untuk kebutuhan pribadi, serta dibekali dengan pendidikan agama yang kuat agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.

“Saya sengaja tidak memanjakannya sedari kecil, selain karena kondisi ekonomi, saya juga khawatir Leni akan kesulitan menghadapi masa depannya nanti,” jelas Erni.

Komitmen Orang Tua Putus Mata Rantai Pendidikan Rendah
Bagi Erni dan Semojo, pendidikan sang putri adalah prioritas utama. Erni yang hanya lulusan SMP dan suaminya lulusan SD, tidak ingin penyesalan masa lalu mereka terulang pada Leni.

“Saya selalu mendorong anak saya untuk sekolah, bagaimanapun caranya untuk biaya nanti bisa dicari. Saya tidak ingin dia menyesal seperti orang tuanya,” tegas Erni, seperti dikutip dari laman resmi UGM via detikjogja.

Rekam Jejak Prestasi yang Gemilang
Minat Leni pada dunia ekonomi dan akuntansi mulai tumbuh sejak awal SMA dan makin mendalam di kelas 12. Ketekunannya berbuah manis ketika ia berhasil mengamankan peringkat kedua siswa eligible di sekolahnya.

Prestasi akademik Leni sebenarnya sudah terlihat sejak dasar; ia rutin menyabet peringkat pertama saat SD dan menjadi lulusan terbaik saat SMP. Di tingkat SMA, ia bahkan sempat mewakili sekolahnya dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Ekonomi di tingkat Kabupaten. Tidak hanya akademis, Leni juga aktif berorganisasi di Rohani Islam (Rohis), Palang Merah Remaja (PMR), hingga Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Kapanewon Wonosari.

Jika dahulu Leni belajar demi mengejar peringkat dan hadiah, kini motivasinya telah bertransformasi demi mengubah taraf hidup dan latar belakang pendidikan keluarganya.

“Saya berharap setelah ini, Akuntansi UGM bisa membuka lebih banyak jalan dan hal-hal baik bagi masa depan saya,” tutup Leni optimis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *