Jombang-Gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 mendatang telah membawa angin segar bagi roda perekonomian di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Melansir dari KOMPAS.com, dampak positif ini bahkan sudah mulai terasa nyata bagi para pelaku usaha lokal meskipun perhelatan akbar tersebut belum resmi dimulai.
Sektor akomodasi menjadi bidang pertama yang ketiban untung usai Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas resmi diumumkan sebagai lokasi utama (tuan rumah) muktamar pada Kamis (9/7/2026) malam. Pengumuman tersebut langsung memicu gelombang pemesanan kamar hotel secara masif dari berbagai penjuru daerah.
Fenomena lonjakan reservasi kilat ini salah satunya dirasakan oleh manajemen Azana Hotel Jombang yang terletak di Kecamatan Peterongan. Pihak hotel mengaku kewalahan karena notifikasi pesanan terus membanjiri sistem mereka hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman tuan rumah dirilis. Dari total 62 kamar yang disediakan untuk periode 26–31 Agustus 2026, seluruhnya sudah ludes tak bersisa.
Sales Marketing Manager Azana Hotel Jombang, Adi Hermawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya terpaksa menolak banyak calon konsumen sejak Jumat pagi karena kapasitas kamar yang sudah penuh. Berdasarkan data pemesanan, mayoritas tamu yang akan menginap didominasi oleh rombongan peserta dan undangan yang berasal dari wilayah Jakarta.
Melonjaknya hukum permintaan ini pun berimbas pada penyesuaian harga. Selama pekan muktamar, tarif sewa kamar di hotel yang berjarak sekitar 10 menit dari pesantren tersebut mengalami kenaikan antara 20 hingga 25 persen, dengan harga rata-rata menyentuh angka Rp 750 ribu per malam. Selain kamar, harga fasilitas kasur tambahan (extra bed) juga disesuaikan menjadi Rp 350 ribu dari tarif normal yang biasanya hanya Rp 250 ribu. Walau okupansi meningkat tajam, manajemen hotel memilih mengoptimalkan staf yang ada tanpa menambah pekerja baru.
Berdasarkan laporan KOMPAS.com, perputaran ekonomi selama agenda lima tahunan ini diproyeksikan akan meluas ke berbagai sektor lainnya. Pasalnya, Jombang bersiap menyambut kedatangan sekitar 6.000 orang yang terdiri dari peserta resmi, tim peninjau, hingga tamu undangan dari dalam dan luar negeri.
Selain pengusaha hotel, ribuan massa yang datang dipastikan bakal menghidupkan ekosistem usaha mikro di sekitar kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Mulai dari warung makan, penyedia jasa transportasi lokal, pelaku UMKM, hingga toko pusat oleh-oleh khas Jombang diprediksi akan panen omzet, sekaligus menjadikan Muktamar NU ke-35 ini sebagai momentum emas peningkatan kesejahteraan masyarakat Jombang.