Yogyakarta-Kerukunan Pelajar Mahasiswa Galela Daerah Istimewa Yogyakarta (KPMG-D.I.Y) secara resmi menyatakan kecaman keras terhadap konten digital yang melibatkan Angga Darmawan, Rahman Muhammad, dan Riski Saimama. Konten yang beredar luas di platform Instagram tersebut dinilai telah melecehkan martabat kebudayaan Maluku Utara dengan menjadikan tarian adat Cakalele sebagai bahan lelucon yang tidak pantas pada Rabu 24/06/2026.
Ketua Umum KPMG-D.I.Y, Sahrial Fabanyo, menegaskan bahwa tindakan para pembuat konten tersebut telah mencederai rasa hormat terhadap warisan leluhur. Tarian adat Cakalele bukan sekadar gerakan hiburan atau tarian perang biasa, melainkan simbol kehormatan, patriotisme, dan bagian sakral dari identitas sosial yang memuat nilai-nilai luhur serta sejarah panjang masyarakat adat.
“Kami menegaskan dengan keras bahwa tarian budaya Cakalele jangan pernah dianggap remeh! Budaya merupakan identitas yang mempunyai nilai tersendiri dan harus dihormati oleh siapa pun. Menjadikannya sebagai bahan lelucon demi konten media sosial adalah bentuk kedangkalan berpikir dan tidak menghargai nilai kemanusiaan serta kebudayaan nusantara,” tegas *Sahrial Fabanyo, Ketua Umum KPMG-D.I.Y.
Sebagai representasi pelajar dan mahasiswa Galela di Yogyakarta, KPMG-D.I.Y menyatakan sikap dan tuntutan tegas sebagai berikut:
1. Mengecam Keras: Mengutuk tindakan Angga Darmawan, Rahman Muhammad, dan Riski Saimama atas pembuatan konten yang merendahkan tarian adat Cakalele.
2. Desakan Permintaan Maaf Terbuka: Menuntut pihak-pihak terkait untuk segera menghapus konten tersebut dari semua platform digital dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka serta tulus kepada seluruh masyarakat adat.
3. Pemberian Efek Jera: Mendesak adanya pertanggungjawaban moral dari para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan, baik terhadap tarian Cakalele maupun budaya daerah lainnya di Indonesia.
Sahrial Fabanyo juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para konten kreator dan figur publik, untuk lebih bijak, dewasa, dan beretika dalam menggunakan unsur-unsur kebudayaan daerah sebagai materi kreatif. Media sosial seharusnya menjadi ruang untuk merawat dan memperkenalkan kekayaan budaya, bukan panggung untuk mengolok-olok identitas suatu suku bangsa.
Kerukunan Pelajar Mahasiswa Galela Daerah Istimewa Yogyakarta (KPMG-D.I.Y) adalah organisasi paguyuban yang menghimpun seluruh pelajar dan mahasiswa asal Galela, Maluku Utara, yang sedang menempuh studi di Yogyakarta. KPMG-D.I.Y berkomitmen untuk menjaga silaturahmi, mengembangkan potensi akademik dan kepemimpinan, serta aktif mengawal dan melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan daerah.